You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

Senin, 20 Juni 2016

Perjuangan Masyarakat Sepat

Waduk Sepat Untuk Masyarakat Sepat
Pepatah mengatakan “Buah  Tidakakan Jatuh  Jauh Dari Pohonnya “ pepatah itu mungkin tak seutuhnnya benar terjadi dalam kehidupan yang rasional searang. Tp pepatah itu kuat untuk menyugesti setiap masyarakat. Seperti halnnya masyarakat Dukuh Sepat yang memiliki keberanian dan kegigihan  luar biasa seperti para leluhurnnya yang begitu berani, dan juga gigih dalam mempertahankan Waduk yang merupakan anugerag Tuhan yang diberikan oleh masyarakat Dukuh Sepat sejak dulu.
Waduk Sepat yang terletak di Lidah Kulon sebelah Barat kota Surabaya  ini, telah menuai konflik panjang dengan para penguasa. Kasus waduk ini sudah ada sejak tahun 2004, semenjak diturunkannya peraturan bahwa semua asset yang dimiliki oleh masyarakat dukuh sepat menjadi milik pemkot, dikarenakan pemkot membutuhkan lahan diwilayah tersebut untuk pembangunan Sport center .
Status kepemilikan waduk oleh Pemkot sebetulnya tidak lepas dari pergantian sistem Kepala Desa menjadi Kelurahan sejak masa kemerdekaan Indonesia. Sistem Desa yang berganti dengan sistem Kelurahan menjadi lebih administratif sehingga tanah-tanah yang tidak ada klaim pemiliknya seperti Waduk Sepat pun diakui sebagai milik negara. Status lahan ini menjadi landasan bagi Pemkot untuk menukarnya dengan lahan milik pengembang, sehingga secara de jure status Waduk Sepat saat ini memang telah menjadi milik PT. Citraland. Status lahan ini masih dipertanyakan oleh warga Perdukuhan Sepat sebab dari dulu Waduk Sepat tidak pernah beralih fungsi menjadi tanah eks ganjaran atau tanah pekarangan sebagaimana yang tertulis dalam bukti-bukti kepemilikan Pemkot. Selain itu juga terdapat kejanggalan dalam bukti-bukti tersebut, misalnya dalam sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang dimiliki Citraland waduk tertulis sebagai tanah pekarangan dan dalam SK Walikota Nomor 188.45/366/436.1.2/2008 waduk tertulis sebagai bekas waduk. Masyarakat setempat khususnya warga Perdukuhan Sepat RW III dan RW V lebih melihat penguasaan waduk secara de facto, sebab berdasarkan sejarah waduk telah ada sejak berpuluh-puluh tahun lamanya dan dibuat sendiri dengan swadaya warga. Waduk disebut-sebut bukanlah peninggalan pemerintah jajahan Hindia Belanda, dan hasil pengelolaan waduk juga tidak pernah dipergunakan untuk menggaji perangkat desa selayaknya fungsi tanah ganjaran pada umumnya.
Masyarakat mulai melakukan perlawanan ketika dilakukan pemasangan pagar beton yang dilakukan pihak pengembang, tidak ada pembelaan dari manpun, kecuali masyarakat elakukan pembelaan terhadap disrinnya sendiri. Perlawanan ini dilakukan secara nyata oleh warga dan juga apparat keamanan. semua lapisan masyarakat ikut turun untuk mempertahanka waduk yang telah di anugerahkan Tuhan oleh masyarakat . mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu , tua, muda ikut serta memperjuangkan apa yang telah menjadi hak mereka. Meskipun notabennya mereka dalah masyarakat kota, rasa memiliki satu sama lain masih sangat kuat, apa lagi antusias para ibu-ibu perkasa yang juga ikut dalam memperjuangkan waduk. Kekerasan dan pelecehan juga etlah di alami para ibu-ibu pejuang waduk.
Warga mengaku perjuangan memertahankan waduk ini memang tak luput dari perjuangan wanita-wanita perkasa desa Dukuh Sepat . Meskipun mereka perempuan, merekalah yang banyak mengambil peran dalam setiap aksi yang dilakukan dalam usaha mempertahankan dan mengambil kembali fugsi waduk dari pengembag. Bagaimana pemkot menyikapi semua ini, mereka lebih memilih untuk menutp mata. Apakah ini yang dinamakan keadilan dan demokrasi, ketika penguasa yang bersalah rakyat yang harus menjadi korban.
Sebenarnnya sederhana saja yang diinginkan masyarakat. Mengembalikan kembali tanah waduk itu seperti semula, biarkan masyarakat sendiri yang akan mengelolahnnya.  Tujuan warga sudah sangat jelas, waduk tersebut jika masih terjaga seperti semula, wilayah Surabaya tidak akan kekurangan daerah resapan air, ekosistem akan berjalan seimbang. Tetapi lagi-lagi keuntungan lah yang menmbuat para penguasa menjadi buta. Merek lupa atas apa yang yang diberikan rakyat oleh mereka.
Karena mereka adalah rakyat kecil, yang hanya mngandalkan tenaga mereka dan juga feedback dari alam, jika di bandingkan dengan apparat dengan persenjataan yang lengkap itu, wajar saja mereka kalah dalam aksi. Tetap jika demikian apakah itu adil? Dmpak yang di rasakan tidak hanya dampak untuk sekarang, tetapi dampak untuk masa depan juga sudah mewabah dalam masyarakat Dukuh sepat. Hari-hari yang seharusnnya menjadi hari tenang , bisa bekerja dan menafkahi keluarga, mereka harus merasa hawatir dan ketakutan, bila terjadi penyerangan kembai oleh apatrat, anak-anak yang harusnya bebas bermain dan bercanda dengan teman sebayannya, mereka harus mengalami trauma, karena serangan para petugas keamanan.
Lalu jika masyarakat tidak cukup kuat untuk menang dalam meja peradilan? Lalu siapakah yang harus membantu mereka, dan mendapatkan kata adil? Tentu saja kita sebagai mahasiswa tentu saja kita , para guru, dosen, aktivis, dan kaun  intelek yang lain. Sejauh mana peran kaum intelek untuk masyarakat kecil sejauh ini? Tidak ada lagi yang bisa mengembalikan semua ini , jika lita sendiri tidak bergerak. Masyarakat kecil akan tetap jatuh di tangan para penguasa. Keadilan tidak akan pernah terjadi. Keadilan hanya akan bisa dirasakan oleh para penguasa yang berkuasa. Keadilan akan hilang di lapisan rakyat kecil. Untuk itu marila kita sering berdiskusi, membaca buka, dan belajar. Salah satunnya dengan mengikut berbagai jenis sekolah advokasi, atau yang lainnnya, untuk menyelamatkan bangsa kita, dan mewujudkan cita-cita pendiri bangsa kita. Jangan sampai bangsa kita dengan mudah untuk di rebut oleh bangsa lain, dan di kuasi oleh para penguasa.

Diva Nazera Aliffani .

Kritik dan Saran sangat membantu teman


Masih Seorang Fangirl

Nah masih ingat tulisanku yang berjudul I'M A FANGIRL?
sekarang ini lanjutannya nih.
selamat membaca, komen dan beri masukan , kritik dan saran. :)
Sisi Positif

Meskipun mereka dianggap sebelah mata dengan tindakan mereka yang berlebihan. Mereka juga memiliki sisi positif, diharapkan setelah ini orang-orang yang memandang sebelah mata para fangirl.

Karena para fangirl itu rata-rata memiliki masalah dalam emosi mereka , asalkan kalian tau, mereka punya cara sendiri. Kita sadar kemungkinan kita bias memiliki mereka sangatlah kecil, dan hampir mustahil, tetapi kita punya cara, bagaimana kita bias merasa selalu dekat, dan pada kehidupan mereka dengan cara membuat mereka ada dalam hobbi. Seperti saya yang hobby bikin sket wajah, atau kaligrafi, saya bias melatih gambar saya dengan menggabar beberapa sket wajah mereka, dengan sedikit imajinasi saya, sehingga memberikan warna dan suasana baru pada penampilan mereka.

Ada juga yang mengesplorasi dengan hal lain seperti membuat cerita fiksi bagi mereka yang hobi menulis, membuat video cover bagi mereka yang memili bakat dalam music, membuat beraneka macam merchendaise hand made, bagi mereka yang kreatif dan memiliki suka berniaga. Semua itu tidak ada ruginnya bagi kami. Malah semua itu bias memacu diri kami untuk maju, dan memberikan warna bagi bapkat-bakat para fangirl yang ada di negeri ini.
Dari pada kita melampiaskan kepenatan, depresi dan emosi kepada hal-hal yang melanggar, seperti menggunakan alcohol, menggunakan obat-obatan terlarang, dan sex bebas, kita melampiaskan itu dengan menikmati musik para idola yang kita cintai. Kemudian menyalusrkannya pada hobi kiita yang bermanfaat.

Dan ketika kita bermain di social media, biasannya kita sering membicarakan bagaiamana perkembangan-perkembangan idola kita, terkadang kita juga sering menawarkan beberapa barang dagangan yang kitasediakan, memperlihatkan karya-karya kita yang sudah kita buat, kemudian kita bercerita, dan saling memberikan kritik dan saran. Dan kadang juga kita mebuat sebuah permainan di social media yang mengasah otak dan juga menyenangkan.  Sesekali kita melakukan pertemuan untuk meningkatkan solidaritas, dan terkadang kita juga melakukan kegiatan social untuk anak-anak yang kurang mampu, yang memiliki keterbatasan pendidikan, dll. Kita juga ingim melakukan hal yang sama seperti  para idola kita lakukan, kita disini juga melakukan hal itu bukan hanya semata-mata ingin seperti saudara meraka, tetapi memang kita sadari betul, bahwa dilangit masih ada langit. Kita harus kembali membumi, disini kami biasa mengumpulkan merchendais , mengumpulkan sesuatu untuk hal yang kita suka, sedangkan masih ada orang lain diaman untuk bernafas, masih harus bayar, untuk tersenyum sayja masih sangat susah, apa lagi mengumpulkan sesuatu yang sebenarnnya tidak harus dan tidak wajib untuk dimiliki.

Ada yang bilang kalo kita sukannya buang-buang waktu di media social, hanya untuk ngeladenin para haters dan juga nge judge artis-artis lain, ngerumpi atau segala macem, buang-buang uang , buang-buang waktu hanya untuk mengikuti nafsu fansnnya. Tidak semuannya seperti itu, fans yang sejati dia bakalan tau mana yang useless untuk dilakukan , dan mana yang usefull. Kita tidak akan mengusik kehidupan kalian, jika kalian juga tidak mengusik kehidupan kami, sesungguhnnya kita bisa hidup berdampingan. Yang kita harapkan selama ini hanyalah itu, semuannya pasti mengharapkan yang seperti itu. Apa salahnnya? Kami juga manusia biasa, yang memiliki cara unik dalam menjalani hidup.



Kekecewaan Dan Kegalauan Melanda
ketika para Fangirl , Dierctioner utuk detailnnnya, seperti yang saya alami saat ini. Ketika mereka mengalami kebahagiaan yang luar biasa dengan hadirnya One Direction dalam hidupnnya, yang namannya roda kehidupan ada kalannya di atas dan ada kalannya juga kita bias berada di bawah. Begitu juga karir One Direction di dunia hiburan.
One Direction sudah merencanakan untuk mengadakan tur konser ke Indonesia untuk album ke tigannya yaitu Midnight Memories. Issue tersebut sudah ramai di media sejak tahun 2013. Dan pada ahirnnya One Direction memutuskan utuk datang ke Indonesia, penjualan tiket pun sudah di buka setahun sebelum konser berlangsung. Antusias para Directioners Indonesia begitu hebat, begitu pula dengan saya. Pikiran saya menjadi kacau karena ketika diadakan konser itu bertepatan dengan ujian kelulusan saya. Disini saya mengalami emosional yang tidak terkontrol, akibatnnya, saya menagis histeris.
Kasus ini mungkin terdengan sedikit berlebihan, tetapi itu sudah menjadi Tahiti , kekurangan kata untuk mengekspresikan emosi. Hal itu terjadi pada para fangirl yang histeris hingga menangis.
Banyak issue issue ada salah satu personil One Direction yang ingin hang kang dari One Direction. Dan pada tgl 25 Mei 2015. Zayn Malik mendeklarasikan dirinya keluar dari One Direction, itu juga bertepatan dengan konser One Direction di Jakarta. Para Directioners Indonesia sangat kecewa atas terjadinnya ini.

Setelah keluarnnya Zayn dari 1D , berita-berita yang mengi issue kan bubarnnya 1D semakin kuat, para Directioners mendapatkan tantangan bru untuk mnyikapi brita-brita yang dapat memecah kita semua. Kita selalu meyakinkan diri, bahwa semuannya tidak akan terjadi. Kita juga akan terus bertahan , dan men support One Direction agar tidak membubarkan boy band yang sudah mereka perjuangkan dan telah membuat ribuan orang jatuh cinta ini. One Direction masih punya fans, dan itu harus menjadi alas an One Direction untuk bertahan.