You can replace this text by going to "Layout" and then "Edit HTML" section. A welcome message will look lovely here.
RSS

Sabtu, 09 April 2016

Saya adalah FanGirl


Saya  Adalah Fangirl
            Saya adalah fangirl, tidak ada yang pernah tau maupun sadar bagaimana seseorang itu bisa menjadi seorang fangirl. Menjadi seorang fangirl adalah suatu hal yang entah datang dari mana , saya hanya tiba-tiba merasakan suatu yang luar biasa ketika menemukan seorang idola yang saya lihat pada media. Saya tidak pernah membuat-buat perasaan ini , menjadi sangat berlebihan, ataupun gila, saya tidak pernah menyangka itu. Yang saya tau semua itu hanyalah bentuk ekpresi dan reaksi saya kepada idola saya.
            Saya menjadi seorang yang fanatis sejak saya masih kecil, entahlah mengapa saya seperti itu, hanya saja saya sering merasa kesepian di dalam diri saya, meskipun saya berda di tempat yang ramai, saya selalu merasa sepi, saya berusaha untuk mencari sesuatu agar saya mtidak merasa sepi, saya mencoba untuk keluar dari keadaan yang seperti ini. Lalu munculah media audio fisula yang memberikanku sebuah pemandangan yang luar biasa. Dan itu telah menggerakkan hati saya, saya sanyat menyukai pemandangan itu, sebuah tokoh kartun yang sangat familiar yaitu spongesbob. Semakin tua semakin apa yang saya cintai berubah, seiring berjalannya waktu dan seiring berubahnnya permintaan pasar terhadap dunia hiburan, dan semakin beda juga yang saya tonton karena usia .
            Setelah usia saya beranjak dewasa menginjak 12 tahun saya mulai mencari jati diri saya, siapakah saya, bagaimana saya, apa yang say mau dan apa yang saya inginkan. Kondisi sosial hidup saya sedikit terganggu karena banyak permasalahn lain selain mempermasalahkan diri saya sendiri, kembali lagi saya mengalami kesepian. Pada tahun 2009  saya mengenal Justin Bieber penyanyi asal Canada yang sangat berbakat, kemudian saya sangat menyukai dia dan ahirnnya menjadi seorang Belibers(sebutan fans JB). Dan pada tahun 2011 akhirnnya saya menemukan boyband asal inggris yang menjadi salah satu finalis ajang pencarian bakat di Inggris yaitu One Direction. Ketika saya mendengarkan lagu-lagunnya saya seperti terlahir kembali, menemukan kembali semangat saya yang hilang. Pada ahirnnya saya mulai jatuh cinta kepada mereka. Menganggap mereka adalah saudar-saudara saya, apapun tentang mereka saya harus tau, dan jangan sampai ada yang terlewatkan, apapun yang bertemakan One Direction saya harus memilikinnya, karena dengan itu saya bisa merasakan kehadiran mereka di dalam hidup saya.





this is us the movie


media penyemangat
 







            Karena lagu-lagu mereka melihat cerita perjalanan mereka , saya termotifasi kembali untuk tetap melakukan sebuah hal positif dan berprestasi. Itu semua menjadi mengapa saya tidak ingin kelihan One Direction. Menjadi seorang fangirl bukan perkara hal yang mudah. Saya masih harus bertahan melalui berbagai ancaman dari para haters, karena haters akan mengusik lagi pribadi para fans.
            Semenjak saya menjadi seorang fans One Direction  dan Justin Bieber saya mengalami fase-fase berikut:
1.      Fase Pengenalan
Di dalam fase ini saya harus mengetahui semua tentang one direction, saya  mencoba mencari tahu bagaimana asal usul mereka, bagaimana hobby mereka, bagaimana identitas mereka, keluarga mereka, kebiasan-kebiasaan yang normal hingga kebiasaan-kebiasaan yang diluar mereka. Dan semuannya dilakukan dengan melalui apa saja, kita melakukan searching internet , mengikuti update para member pada sosial media, mengikuti sebuah fans page ataupaun fans base, dan perkumpulan-perkumpulan directioners lainnya. Dengan begini saya sangat menikmati hidup saya, kemudian saya bersosialisasi dalam komutas yang sama, berbagi pengalaman, dan berbagi info, sehingga saya juga mendapatkan banyak pengetahuan dan juga informasi-informasi yang menarik. Baik mengenai idola saya, maupun kehidupan teman-teman Directioners dan juga Belibers.
2.      Fase Nyaman
karya gambar amatir
Di dalam fase ini saya sangat menikmati hidup saya. Saya begitu menikmati informasi-informasi perkembangan mengenai idola saya, terkadang pada saat-saat tertentu para teman-teman Directioners memberikan sebuah permainan-permainan yang menarik , sehingga di dalam peer group ini, kita merasakan adannya kehangatan sebuah keluarga. Di fase ini pula kami menjadi sangat menikmati hoby kita , dan mereka memberikan banyak inspirasi ketika saya ingin membuat sebuah karya.          

















3.      Fase Alay (Fase berlebihan)
Pada fase ini mungkin banyak yang tidak suka, lingkungan kurang menerima moment yang seperti ini. Di fase ini saya memang merasakan kesenangan yang sangat menggebu-gebu. Saya rela melakukan apa saya demi idola saya, saya menghabiskan banyak uang agar saya bisa mendapatkan sesuatu yang berhubungan dengan One Direction. Saya mengumpulakan banyak barang (merchandise) yang berhubungan dengan One Direction. Saya akan melakukan papun yang identik dengan mereka. Melakukan sebuah kegiatan yang gila. Terkadang beberapa fans yang membuat sebuah cerita pendek/Fanfik juga mereka imajinasinnya mulai berlebihan. Ya namannya saja adalah fase berlebihan semuannya serba berlebihan.
Dalam fase ini kita sangat aktif dalam hal apapun untuk berhubungan dengan One Direction pastinya, kita juga bisa melakukan sebuah serangan yang tidak terduga. Entah itu kepada para idola kita sendiri, pada saat  bertemu dalam sebuah even atau konser. Maupun terhadap berita-berita mengenai One Direction maupun JB. Kita juga akan sangat sensitive dengan ulah para haters, ataupun paparazzi yang membuat berita tidak menyenangkan bagi para fans. Tetapi kita semua disini tidak sendirian, kita berkoloni, karena Fans ada di setiap penjuru di dunia. Dengan kekuatan media sosial , dan juga globalisasi ini, para fans akan menunjukan reaksi mereka dengan sangat luar biasa.







koleksi 1

koleksi 2



koleksi orang

 










4.       Fase Dewasa

Diaman fase ini sudah bisa berfikir secara rasional, emosinnya sudah bisa stabil, bisa menilai mana yang harus diambil mana yang tidak boleh diambil, mana yang harus ditanggapi dengan serius, mana yang harus di tanggapi dengan santai. Semuannya dapat dipilah dengan baik. Tapi tetap saja seorang fans, pasti akan kembali gila, dan melakukan hal-hal uyang diluar kendali dirnnya, dia akan kembali dia akan merasakan sebuah emosi yang aneh ketika idolannya melakukan sesuatu yang dianggap sebagai perlakuan yang luar bisa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar