Saya Adalah Fangirl
Saya adalah fangirl,
tidak ada yang pernah tau maupun sadar bagaimana seseorang itu bisa menjadi
seorang fangirl. Menjadi seorang fangirl adalah suatu hal yang entah datang
dari mana , saya hanya tiba-tiba merasakan suatu yang luar biasa ketika menemukan
seorang idola yang saya lihat pada media. Saya tidak pernah membuat-buat
perasaan ini , menjadi sangat berlebihan, ataupun gila, saya tidak pernah
menyangka itu. Yang saya tau semua itu hanyalah bentuk ekpresi dan reaksi saya
kepada idola saya.
Saya menjadi seorang
yang fanatis sejak saya masih kecil, entahlah mengapa saya seperti itu, hanya
saja saya sering merasa kesepian di dalam diri saya, meskipun saya berda di
tempat yang ramai, saya selalu merasa sepi, saya berusaha untuk mencari sesuatu
agar saya mtidak merasa sepi, saya mencoba untuk keluar dari keadaan yang seperti
ini. Lalu munculah media audio fisula yang memberikanku sebuah pemandangan yang
luar biasa. Dan itu telah menggerakkan hati saya, saya sanyat menyukai
pemandangan itu, sebuah tokoh kartun yang sangat familiar yaitu spongesbob.
Semakin tua semakin apa yang saya cintai berubah, seiring berjalannya waktu dan
seiring berubahnnya permintaan pasar terhadap dunia hiburan, dan semakin beda
juga yang saya tonton karena usia .
Setelah usia saya
beranjak dewasa menginjak 12 tahun saya mulai mencari jati diri saya, siapakah
saya, bagaimana saya, apa yang say mau dan apa yang saya inginkan. Kondisi
sosial hidup saya sedikit terganggu karena banyak permasalahn lain selain
mempermasalahkan diri saya sendiri, kembali lagi saya mengalami kesepian. Pada tahun
2009 saya mengenal Justin Bieber
penyanyi asal Canada yang sangat berbakat, kemudian saya sangat menyukai dia
dan ahirnnya menjadi seorang Belibers(sebutan fans JB).
Dan pada tahun 2011 akhirnnya saya menemukan boyband asal inggris yang menjadi
salah satu finalis ajang pencarian bakat di Inggris yaitu One Direction. Ketika
saya mendengarkan lagu-lagunnya saya seperti terlahir kembali, menemukan
kembali semangat saya yang hilang. Pada ahirnnya saya mulai jatuh cinta kepada
mereka. Menganggap mereka adalah saudar-saudara saya, apapun tentang mereka
saya harus tau, dan jangan sampai ada yang terlewatkan, apapun yang bertemakan
One Direction saya harus memilikinnya, karena dengan itu saya bisa merasakan
kehadiran mereka di dalam hidup saya.
![]() |
| this is us the movie |
![]() |
| media penyemangat |
Karena lagu-lagu mereka melihat
cerita perjalanan mereka , saya termotifasi kembali untuk tetap melakukan
sebuah hal positif dan berprestasi. Itu semua menjadi mengapa saya tidak ingin
kelihan One Direction. Menjadi seorang fangirl bukan perkara hal yang mudah.
Saya masih harus bertahan melalui berbagai ancaman dari para haters, karena
haters akan mengusik lagi pribadi para fans.
Semenjak saya menjadi seorang fans One Direction dan Justin Bieber saya mengalami fase-fase
berikut:
1.
Fase
Pengenalan
Di dalam fase ini saya harus mengetahui semua tentang
one direction, saya mencoba mencari tahu
bagaimana asal usul mereka, bagaimana hobby mereka, bagaimana identitas mereka,
keluarga mereka, kebiasan-kebiasaan yang normal hingga kebiasaan-kebiasaan yang
diluar mereka. Dan semuannya dilakukan dengan melalui apa saja, kita melakukan
searching internet , mengikuti update para member pada sosial media, mengikuti
sebuah fans page ataupaun fans base, dan perkumpulan-perkumpulan directioners
lainnya. Dengan begini saya sangat menikmati hidup saya, kemudian saya
bersosialisasi dalam komutas yang sama, berbagi pengalaman, dan berbagi info,
sehingga saya juga mendapatkan banyak pengetahuan dan juga informasi-informasi
yang menarik. Baik mengenai idola saya, maupun kehidupan teman-teman
Directioners dan juga Belibers.
2.
Fase Nyaman
![]() |
| karya gambar amatir |
Di dalam fase ini saya sangat menikmati hidup saya. Saya begitu
menikmati informasi-informasi perkembangan mengenai idola saya, terkadang pada
saat-saat tertentu para teman-teman Directioners memberikan sebuah
permainan-permainan yang menarik , sehingga di dalam peer group ini, kita
merasakan adannya kehangatan sebuah keluarga. Di fase ini pula kami menjadi
sangat menikmati hoby kita , dan mereka memberikan banyak inspirasi ketika saya
ingin membuat sebuah karya.
3.
Fase Alay
(Fase berlebihan)
Pada fase ini mungkin banyak yang tidak suka,
lingkungan kurang menerima moment yang seperti ini. Di fase ini saya memang
merasakan kesenangan yang sangat menggebu-gebu. Saya rela melakukan apa saya
demi idola saya, saya menghabiskan banyak uang agar saya bisa mendapatkan sesuatu
yang berhubungan dengan One Direction. Saya mengumpulakan banyak barang (merchandise)
yang berhubungan dengan One Direction. Saya akan melakukan papun yang identik
dengan mereka. Melakukan sebuah kegiatan yang gila. Terkadang beberapa fans
yang membuat sebuah cerita pendek/Fanfik juga mereka imajinasinnya mulai
berlebihan. Ya namannya saja adalah fase berlebihan semuannya serba berlebihan.
Dalam fase ini kita sangat aktif dalam hal apapun
untuk berhubungan dengan One Direction pastinya, kita juga bisa melakukan
sebuah serangan yang tidak terduga. Entah itu kepada para idola kita sendiri,
pada saat bertemu dalam sebuah even atau
konser. Maupun terhadap berita-berita mengenai One Direction maupun JB. Kita juga
akan sangat sensitive dengan ulah para haters, ataupun paparazzi yang membuat
berita tidak menyenangkan bagi para fans. Tetapi kita semua disini tidak
sendirian, kita berkoloni, karena Fans ada di setiap penjuru di dunia. Dengan kekuatan
media sosial , dan juga globalisasi ini, para fans akan menunjukan reaksi
mereka dengan sangat luar biasa.
![]() |
| koleksi 1 |
![]() |
| koleksi 2 |
![]() |
| koleksi orang |
4. Fase Dewasa
Diaman fase ini sudah bisa berfikir secara
rasional, emosinnya sudah bisa stabil, bisa menilai mana yang harus diambil
mana yang tidak boleh diambil, mana yang harus ditanggapi dengan serius, mana
yang harus di tanggapi dengan santai. Semuannya dapat dipilah dengan baik. Tapi
tetap saja seorang fans, pasti akan kembali gila, dan melakukan hal-hal uyang
diluar kendali dirnnya, dia akan kembali dia akan merasakan sebuah emosi yang
aneh ketika idolannya melakukan sesuatu yang dianggap sebagai perlakuan yang
luar bisa.






